Studio Ambang didirikan di Banjarbaru pada 2016, dengan satu keyakinan sederhana: bangunan yang baik di Kalimantan tidak bisa dirancang dengan cara berpikir yang sama seperti di kota-kota beriklim kering.
Arah angin, curah hujan, dan lintasan matahari kami petakan lebih dulu — sebelum menentukan bentuk atap atau posisi bukaan.
Kami memprioritaskan material yang tersedia di sekitar lokasi: kayu ulin, bambu petung, batu sungai — dan tenaga kerja yang sudah terbiasa mengolahnya.
Denah kami susun berdasarkan bagaimana penghuni benar-benar bergerak dan berkumpul, bukan dari tata ruang ideal yang belum tentu terpakai.